Cara Kerja Pengenalan Teks OCR
Unggah PDF hasil pindai, foto, atau gambar. OCR membaca teks dari piksel dan mengubahnya menjadi karakter yang bisa disunting, dalam salah satu dari 29 bahasa atau dengan deteksi otomatis. Hasil terbaik didapat dari pindaian yang lurus dan jelas; halaman yang sangat miring atau teks pudar menurunkan akurasi.
Waktu pemrosesan bertambah seiring jumlah halaman. Anda mendapat PDF yang bisa dicari: halaman terlihat sama, dan teksnya bisa dicari serta disalin. Kualitas pindaian memengaruhi akurasi: pindaian 300 DPI yang jelas dan lurus memberi teks paling akurat.
Mengapa Menggunakan OCR untuk Digitalisasi Dokumen?
Dokumen hasil pindai hanyalah gambar. Anda tidak bisa mencarinya, menyalin teks darinya, atau menyuntingnya. OCR mengubah gambar menjadi teks sungguhan. Membuat arsip kertas lama bisa dicari. Memungkinkan Anda mengekstrak data dari formulir hasil pindai. Mengonversi materi cetak menjadi file yang bisa disunting.
Penting untuk mendigitalkan kontrak, kwitansi, dokumen historis, halaman buku. Pembaca layar membutuhkan teks sungguhan untuk dibacakan—OCR membuat dokumen hasil pindai bisa diakses. Menghemat waktu berjam-jam dibanding mengetik ulang secara manual.
Kasus Penggunaan Umum untuk OCR
Digitalkan kwitansi kertas untuk pelacakan pengeluaran. Konversikan kontrak hasil pindai menjadi file Word yang bisa dicari. Ekstrak teks dari buku lama atau arsip koran. Ubah papan tulis hasil foto menjadi catatan yang bisa disunting. Buat formulir hasil pindai bisa diisi dan dicari.
Pelajar memotret halaman buku teks dan mengekstrak teks untuk catatan belajar. Pengacara mengonversi berkas kasus hasil pindai untuk pencarian kata kunci. Akuntan mendigitalkan faktur dan kwitansi. Peneliti mengekstrak teks dari dokumen historis. Siapa pun yang memiliki dokumen kertas yang perlu didigitalkan.